Cybernewss.com SUKABUMI – Dugaan upaya suap mencuat dalam penanganan kasus yang menyeret oknum Ketua KNPI di wilayah Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Seorang oknum aparat kepolisian berinisial (LT), yang bertugas di Polsek Cibadak, Polres Sukabumi, Polda Jawa Barat, diduga mencoba membungkam sejumlah insan pers dengan memberikan sejumlah uang jutaan rupiah.
Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Senin (23/03/2026), bermula saat sejumlah awak media tengah melakukan peliputan terkait pemberitaan dugaan keterlibatan oknum Ketua KNPI dalam peredaran obat keras golongan G yang disebut-sebut menghasilkan keuntungan hingga puluhan juta rupiah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan upaya suap ini terungkap dari percakapan antara seorang aktivis dengan oknum anggota Polsek Cibadak. Dalam percakapan tersebut, oknum berinisial (LT) disebut telah melakukan “cipta kondisi” dengan mentransfer sejumlah uang.
Di tempat terpisah, seorang aktivis yang dikonfirmasi membenarkan adanya komunikasi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa dirinya sempat dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai anggota Polsek Cibadak.
“Saya memang sempat ditelepon oleh seseorang yang mengaku anggota Polsek Cibadak. Ia meminta saya untuk melakukan take down terhadap beberapa pemberitaan terkait Ketua KNPI yang diduga meraup keuntungan dari penjualan obat keras golongan G,” ujarnya.
Namun demikian, aktivis tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan untuk menghapus pemberitaan yang telah dipublikasikan oleh media.
“Penghapusan berita bukan kapasitas saya sebagai aktivis. Silakan hubungi langsung pihak redaksi media masing-masing. Saya hanya menyampaikan aspirasi masyarakat. Ketika ada ketidakadilan, saya akan bersuara. Soal dimuat atau tidaknya di media, itu adalah hak insan pers,” tegasnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh awak media, Ketua KNPI Cibadak Sukabumi, Moch. Silmy Nurjaya, hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan yang beredar.
Kasus ini pun menjadi sorotan publik dan menimbulkan pertanyaan terkait profesionalitas serta integritas aparat dalam menangani perkara yang melibatkan kepentingan masyarakat luas. Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Polsek Cibadak maupun Polres Sukabumi terkait dugaan tersebut.
[ Valen ]
