• Jelajahi

    Copyright © Cyebernews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Advertisement

    Program Kesehatan 2026 Fokus Turunkan Stunting serta Angka Kematian Ibu dan Bayi

    Rabu, 21 Januari 2026, Januari 21, 2026 WIB Last Updated 2026-01-22T03:01:42Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    Cyebernews.com, Sukabumi – Program Dinas Kesehatan tahun 2026 akan memfokuskan kebijakan pada penurunan angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB) serta percepatan penurunan stunting. Selain itu, pemerintah juga menargetkan penguatan akses dan mutu layanan kesehatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana, hingga digitalisasi layanan kesehatan.

    Program kesehatan 2026 didukung anggaran nasional sekitar Rp244 triliun, serta diperkuat melalui berbagai program prioritas daerah, termasuk Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

    Adapun fokus utama program kesehatan 2026 meliputi:

    1. Penurunan Stunting serta AKI/AKB

    Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor bersama DP3AP2KB, intervensi gizi berupa pemberian makanan tambahan, skrining kesehatan reproduksi bagi calon pengantin, serta penguatan layanan antenatal care bagi ibu hamil.

    2. Akses dan Mutu Layanan Kesehatan

    Pemerintah akan melakukan pemerataan tenaga medis, peningkatan fasilitas Puskesmas dan RSUD, perluasan cakupan Universal Health Coverage (UHC), penyediaan ambulans, serta peningkatan mutu obat dan alat kesehatan.

    3. Kesehatan Lingkungan

    Program diarahkan pada pembangunan dan peningkatan sarana sanitasi serta penyediaan air bersih untuk masyarakat.

    4. Pengendalian Penyakit

    Meliputi penguatan program imunisasi, pengendalian tuberkulosis (TBC), penyakit menular dan tidak menular, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi wabah.

    5. Pemberdayaan Masyarakat

    Penguatan peran masyarakat dilakukan melalui optimalisasi GERMAS dan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM).

    6. Digitalisasi dan Inovasi Layanan

    Pengembangan layanan kesehatan berbasis digital dan virtual menjadi salah satu terobosan untuk meningkatkan akses dan efisiensi pelayanan kesehatan.

    Selain program nasional, sejumlah daerah juga menetapkan prioritas sesuai kebutuhan lokal.

    Di Kota dan Kabupaten Tangerang, fokus diarahkan pada perbaikan gizi balita, layanan kesehatan virtual, sanitasi, serta penguatan RSUD dan Puskesmas.

    Sementara Depok memprioritaskan penyediaan rumah sakit khusus ginjal, skrining kesehatan remaja, serta penanggulangan zoonosis.

    Adapun Malang mengalokasikan anggaran untuk perbaikan delapan Puskesmas.

    Seluruh program tersebut disusun dalam Rencana Kerja (Renja) 2026 yang mengacu pada Rencana Strategis (Renstra) daerah serta kebijakan nasional. Pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dengan mengacu pada isu-isu strategis kesehatan, guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

    Penulis : Red 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini