• Jelajahi

    Copyright © Cyebernews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Advertisement

    Layanan KTP-KK Online Dikeluhkan, Warga Kecil Jadi Korban

    Jumat, 22 Mei 2026, Mei 22, 2026 WIB Last Updated 2026-05-22T13:59:18Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Cyebernews.com Bogor, 22 Mei 2026 — Program pelayanan administrasi kependudukan berbasis online yang diharapkan mampu mempermudah proses pembuatan KTP dan KK, kini justru menuai kritik dari masyarakat kecil. Sistem digital dinilai belum sepenuhnya siap diterapkan karena masih banyak warga yang tidak memiliki telepon genggam maupun kemampuan menggunakan teknologi.

    Keluhan muncul dari berbagai wilayah, khususnya di daerah pedesaan. Warga menilai pelayanan yang sebelumnya dapat dilakukan secara langsung kini lebih banyak diarahkan melalui aplikasi dan pengiriman berkas digital, sehingga menyulitkan masyarakat lanjut usia, buruh harian, hingga warga kurang mampu.

    “Bagaimana masyarakat yang tidak punya HP dan tidak memahami teknologi? Bukannya dipermudah, malah semakin sulit,” ungkap salah seorang warga dengan nada kecewa.

    Akibat sistem tersebut, sebagian masyarakat terpaksa meminta bantuan pihak lain untuk mengurus dokumen administrasi kependudukan. Kondisi ini dinilai memicu munculnya praktik percaloan baru karena warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan pelayanan yang seharusnya gratis dan mudah diakses.

    Masyarakat menilai pemerintah daerah dan instansi terkait tidak cukup hanya fokus pada program digitalisasi, tetapi juga harus memperhatikan kesiapan masyarakat di lapangan. Digitalisasi pelayanan publik tanpa solusi bagi warga yang belum mampu mengakses teknologi dianggap berpotensi menciptakan ketimpangan pelayanan.

    Sejumlah tokoh masyarakat meminta agar pelayanan manual tetap dibuka dan dioptimalkan, khususnya bagi warga lanjut usia, masyarakat kurang mampu, serta warga yang belum memahami sistem online.

    “Pelayanan publik bukan sekadar soal kecanggihan aplikasi, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar dapat terlayani dengan baik,” tegas salah satu tokoh masyarakat.

    Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital agar tidak justru memberatkan warga kecil yang memiliki keterbatasan akses teknologi dan ekonomi. 

    [ Redaksi ]

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini