Cyebernews.com Bogor — Pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, menuai sorotan dari kalangan jurnalis. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah wartawan diminta menunggu di ruangan terpisah saat proses pemeriksaan berlangsung.
Instruksi tersebut disebut disampaikan pihak kecamatan kepada pemerintah desa saat kegiatan sidak berlangsung. Kondisi itu memunculkan pertanyaan terkait keterbukaan informasi dalam pelaksanaan pengawasan program publik yang menggunakan anggaran negara.
Beberapa wartawan menilai pembatasan akses liputan dalam kegiatan pemerintahan berpotensi menimbulkan persepsi kurang terbuka terhadap publik. Terlebih, program MBG saat ini menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut pengawasan pelaksanaan di lapangan.
“Sebagai kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan publik, seharusnya proses pengawasan dapat dilakukan secara terbuka agar tidak menimbulkan asumsi di masyarakat,” ujar salah seorang jurnalis yang hadir di lokasi.
Menanggapi hal tersebut, pihak Sekretariat Kecamatan Cigombong menjelaskan bahwa penempatan wartawan di ruangan terpisah dilakukan agar proses pemeriksaan berjalan lebih kondusif dan pihak terkait dapat menyampaikan klarifikasi internal secara fokus.
Namun penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredakan kritik dari kalangan media. Sejumlah wartawan mempertanyakan alasan pembatasan akses dalam kegiatan yang dinilai seharusnya menjunjung prinsip transparansi dan akuntabilitas publik.
Peristiwa ini kembali memunculkan diskusi mengenai pentingnya keterbukaan informasi di lingkungan pemerintahan daerah. Di tengah tuntutan publik terhadap tata kelola pemerintahan yang transparan, hubungan komunikasi antara pemerintah dan media dinilai perlu dibangun secara lebih terbuka dan profesional.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi lanjutan dari pihak Kecamatan Cigombong terkait alasan detail pembatasan akses wartawan dalam kegiatan sidak MBG tersebut.
[ Redaksi ]
