• Jelajahi

    Copyright © Cyebernews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Advertisement

    Diduga Abaikan Keselamatan Kerja, Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Parakansalak Jadi Sorotan Publik

    Selasa, 30 Juni 2026, Juni 30, 2026 WIB Last Updated 2026-06-30T07:34:31Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Cybernews.com | SUKABUMI – Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi permukaan yang berlokasi di Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan masyarakat dan awak media. Proyek tersebut menuai perhatian setelah ditemukan sejumlah pekerja yang diduga tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat menjalankan aktivitas pekerjaan di lapangan, Selasa (30/06/2026).

    Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, beberapa pekerja terlihat melakukan aktivitas pekerjaan tanpa mengenakan perlengkapan keselamatan kerja yang memadai, seperti helm proyek, sepatu safety, maupun rompi pelindung. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pekerja, terlebih pekerjaan rehabilitasi irigasi memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi.



    Penggunaan APD sendiri merupakan bagian penting dari penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Penerapan K3 bertujuan untuk melindungi pekerja dari berbagai risiko kecelakaan kerja, cedera serius, hingga gangguan kesehatan yang dapat berdampak dalam jangka panjang.

    Selain sebagai bentuk perlindungan terhadap tenaga kerja, penggunaan APD juga merupakan kewajiban yang telah diatur dalam ketentuan dan standar pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Setiap pelaksana proyek diwajibkan menyediakan perlengkapan keselamatan yang layak bagi seluruh pekerja, sementara para pekerja juga diwajibkan menggunakan APD selama berada di area pekerjaan.

    Masyarakat sekitar berharap pihak pelaksana proyek dapat lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mereka menilai penerapan standar keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan proyek pembangunan, khususnya yang melibatkan pekerjaan konstruksi dan infrastruktur.

    Saat awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak yang bertanggung jawab di lapangan, yang bersangkutan tidak berada di lokasi proyek. Sementara itu, upaya konfirmasi kepada sejumlah pekerja di lokasi juga belum mendapatkan penjelasan yang jelas terkait penerapan standar keselamatan kerja tersebut.

    Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT. Mitra Sukses Rotama selaku pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi maupun jawaban terkait dugaan kurang optimalnya penerapan penggunaan APD di lokasi pekerjaan.

    Awak media akan terus berupaya melakukan konfirmasi dan meminta klarifikasi kepada pihak-pihak terkait guna menjaga keseimbangan informasi serta memenuhi prinsip pemberitaan yang akurat, berimbang, dan sesuai kode etik jurnalistik.

    (REDAKSI)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini