PALOPO | CYEBERNEWS – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan literasi digital yang baik, termasuk dalam memahami dan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Sebagai bentuk kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, Lilis, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di SMKN 6 Palopo pada 21 Mei 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Peningkatan Literasi AI bagi Siswa dalam Menggunakan Teknologi Digital Secara Bijak dan Produktif” tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun para siswa. Melalui kegiatan ini, para peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang saat ini telah menjadi bagian penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan.
Dalam pemaparannya, Lilis menjelaskan bahwa AI merupakan teknologi yang dirancang untuk membantu manusia dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan secara lebih efektif dan efisien. Siswa diperkenalkan dengan konsep dasar kecerdasan buatan, berbagai aplikasi AI yang dapat dimanfaatkan dalam proses belajar, serta peluang pemanfaatannya untuk mendukung pengembangan keterampilan di masa depan.
Selain menjelaskan manfaat teknologi AI, kegiatan ini juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi digital secara bijaksana. Para siswa diberikan edukasi mengenai etika dalam memanfaatkan teknologi, termasuk menghindari tindakan plagiarisme, menjaga keamanan data pribadi, serta menggunakan AI sebagai sarana pendukung pembelajaran tanpa mengurangi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kemandirian dalam belajar.
Menurut Lilis, teknologi AI seharusnya dipandang sebagai alat bantu yang dapat memperkaya proses pembelajaran, bukan sebagai pengganti usaha dan kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran. Oleh karena itu, pemahaman mengenai etika dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi menjadi hal yang sangat penting untuk ditanamkan sejak dini.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari aktifnya peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan terkait pemanfaatan AI dalam penyelesaian tugas sekolah, pencarian informasi, pengembangan keterampilan, hingga peluang kerja yang dapat tercipta seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan di masa depan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di era transformasi digital. Melalui edukasi yang diberikan, diharapkan para siswa mampu memahami manfaat dan risiko penggunaan teknologi digital, serta dapat memanfaatkan AI secara produktif, kreatif, dan bertanggung jawab.
Dengan meningkatnya literasi digital dan pemahaman terhadap kecerdasan buatan, para siswa diharapkan lebih siap menghadapi tantangan perkembangan teknologi yang terus bergerak maju, sekaligus mampu memanfaatkan berbagai inovasi digital untuk mendukung prestasi akademik maupun pengembangan diri di masa yang akan datang.
Penulis: Rusding

