• Jelajahi

    Copyright © Cyebernews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Advertisement

    JMPN: PERS JANGAN DIBUNGKAM, KEBENARAN HARUS TERUNGKAP

    Sabtu, 05 September 2026, September 05, 2026 WIB Last Updated 2026-09-05T12:45:17Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     Cyebernews.com BEKASI, Sabtu, 5 September 2026 — Ketua Umum Jurnalis Merah Putih Nusantara (JMPN), Raja Simatupang, menegaskan bahwa pers merupakan salah satu kekuatan penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Pers dinilai memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi, menjaga catatan sejarah, mengawal kepentingan masyarakat, serta menjadi bagian dari kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.

    Pernyataan tersebut disampaikan Raja Simatupang dalam dua pernyataan yang dirilis pada Sabtu, 5 September 2026. Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak memandang kerja jurnalistik sebagai ancaman, melainkan sebagai bagian penting dari kehidupan demokrasi dan pembangunan bangsa.

    PERAN PERS DALAM SEJARAH BANGSA

    Raja Simatupang menyoroti panjangnya perjalanan pers dalam sejarah Indonesia. Menurutnya, pers turut berperan dalam menyebarluaskan semangat kebangsaan dan membangun kesadaran nasional masyarakat sejak masa perjuangan.

    “Tanpa peran serta pers pada waktu itu membantu menyebarluaskan semangat dan kesadaran nasionalisme, maka tidak akan terwujudnya Sumpah Pemuda,” ujar Raja.

    Ia juga mengingatkan peran pers dalam menghadapi propaganda pada masa Agresi Militer Belanda I dan II.

    Menurut Raja, informasi yang disampaikan melalui pers pada masa tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan eksistensi Republik Indonesia di tengah propaganda yang menyatakan bahwa Indonesia sudah tidak ada.

    “Dan tanpa peran serta pers pada saat terjadinya Agresi Militer Belanda ke-1 dan ke-2 melawan propaganda Belanda yang mengatakan bahwa NKRI sudah tidak ada, maka NKRI ini sudah tidak ada,” tegasnya.

    KRITIK TERHADAP PIHAK YANG ALERGI PERS

    Raja menilai keberadaan pers yang profesional dan kritis merupakan kebutuhan dalam negara demokrasi. Masyarakat membutuhkan informasi yang benar agar dapat mengetahui berbagai peristiwa yang terjadi di sekelilingnya.

    Ia pun memberikan kritik keras terhadap pihak yang membenci atau alergi terhadap insan pers.

    “Jadi apabila masih ada yang membenci insan pers, itu berarti para pembenci tersebut tidak ingin NKRI ini maju serta kembali meraih kejayaan dan kemakmuran,” pungkas Raja.

    Dalam pernyataan lainnya, Raja mengatakan:

    “Hanya para penjahat, koruptor serta pengkhianat Pancasila-lah yang benci serta alergi terhadap pers, karena tanpa pers maka masyarakat tidak akan bisa tahu apa yang telah terjadi di waktu lampau maupun yang sedang terjadi.”

    Pernyataan tersebut disampaikan Raja sebagai kritik terhadap pihak-pihak yang menurutnya berkepentingan menghalangi kerja jurnalistik dan keterbukaan informasi kepada publik.

    PERS SEBAGAI KONTROL SOSIAL

    Menurut JMPN, pers memiliki posisi penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Kebijakan pemerintah dapat disampaikan kepada publik melalui pemberitaan, sementara aspirasi, kritik, dan persoalan masyarakat juga dapat disuarakan melalui media.

    Karena itu, keberadaan pers yang bebas, profesional, dan bertanggung jawab dinilai penting untuk menjaga transparansi serta memperkuat kontrol sosial.

    Namun demikian, JMPN juga menekankan bahwa kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab jurnalistik. Setiap wartawan dituntut bekerja berdasarkan fakta, melakukan verifikasi, menjaga keseimbangan pemberitaan, menghormati kode etik jurnalistik, serta menghindari penyebaran informasi yang tidak terverifikasi.

    JMPN SERUKAN JURNALIS TETAP PROFESIONAL

    Sebagai organisasi profesi, Jurnalis Merah Putih Nusantara terus mendorong insan pers di seluruh Nusantara untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas kerja jurnalistik.

    JMPN mengajak seluruh wartawan agar tidak mudah terprovokasi, tetap mengedepankan fakta, menjaga independensi, serta mengutamakan kepentingan masyarakat dalam menjalankan tugas.

    Raja Simatupang menegaskan bahwa pers tidak boleh kehilangan keberanian untuk menyampaikan fakta, namun keberanian tersebut harus tetap berada dalam koridor etika dan profesionalisme.

    Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh informasi yang benar dan bertanggung jawab mengenai berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan publik.

    MENJAGA MARWAH PERS DAN NKRI

    JMPN menyatakan akan terus mengambil bagian dalam menjaga marwah profesi jurnalistik dan memperkuat peran pers di tengah masyarakat.

    Pers diharapkan tetap menjadi mata dan telinga publik, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga demokrasi dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Raja mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menghargai profesi jurnalis dan tidak menjadikan pers sebagai musuh.

    “Hargai pers, jangan takut terhadap pemberitaan yang berdasarkan fakta. Kritik boleh, koreksi wajib, tetapi jangan bungkam pers,” tegasnya.

    Dengan semangat Merah Putih, JMPN menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pers yang profesional, berintegritas, objektif, bertanggung jawab, serta berpihak pada kepentingan masyarakat dan kemajuan bangsa.

    [ Valen ]

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini