Sukabumi, Cyebernews - Tiga bulan pasca bencana puting beliung yang menerjang Kampung Panagan, RT 004 RW 002, Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, nasib salah satu korban, Heri, hingga kini masih memprihatinkan. Alih-alih mendapatkan bantuan perbaikan rumah atau dukungan dari pemerintah, Heri mengaku belum menerima apapun sejak kejadian tersebut.
Padahal, tak lama setelah bencana terjadi, sejumlah pihak disebut telah datang ke lokasi untuk melakukan pendataan. Mereka mengambil foto, video, serta mengumpulkan berbagai dokumen dengan dalih untuk keperluan laporan dan pengajuan bantuan.
Namun ironisnya, hingga berita ini diturunkan, tidak ada realisasi bantuan yang diterima oleh korban.
“Saya Heri, korban puting beliung. Sampai sekarang belum ada bantuan sama sekali,” ujarnya dengan nada kecewa.
Heri mengungkapkan bahwa dirinya sudah berupaya mencari kejelasan dengan menanyakan perkembangan bantuan kepada pihak RT setempat. Namun jawaban yang didapat justru semakin menggantung.
“Sudah saya tanyakan ke Pak RT, tapi katanya belum ada kabar dari pihak desa,” tambahnya.
Kondisi ini memunculkan dugaan adanya lambannya koordinasi atau bahkan lemahnya tindak lanjut dari hasil pendataan yang sebelumnya telah dilakukan. Warga pun mulai mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani korban bencana di wilayah tersebut.
Sementara itu, kondisi rumah Heri yang terdampak puting beliung masih jauh dari kata layak. Dengan keterbatasan ekonomi, ia terpaksa bertahan dengan kondisi seadanya tanpa adanya kepastian kapan bantuan akan datang.
Situasi ini jelas memprihatinkan, mengingat bencana alam seperti puting beliung seharusnya menjadi prioritas dalam penanganan darurat dan pemulihan oleh pemerintah, baik di tingkat desa, kabupaten, hingga pusat.
Heri berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan pemerintah pusat agar segera memberikan bantuan nyata, bukan sekadar pendataan di lapangan.
“Saya berharap pemerintah bisa segera membantu memperbaiki rumah saya. Jangan hanya datang ambil foto saja, tapi tidak ada tindak lanjut. Sampai sekarang belum ada bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, warga sekitar juga mulai menyuarakan hal serupa. Mereka menilai bahwa proses pendataan yang dilakukan sebelumnya seharusnya diikuti dengan transparansi dan kejelasan terkait mekanisme bantuan.
Jika tidak segera ditindaklanjuti, kondisi ini dikhawatirkan akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dalam penanganan bencana.
Pemerintah daerah maupun instansi terkait diharapkan segera memberikan klarifikasi dan langkah konkret agar korban bencana tidak terus dibiarkan dalam ketidakpastian.
Kasus yang dialami Heri menjadi cerminan bahwa masih ada celah dalam sistem penanganan pascabencana, khususnya dalam hal distribusi bantuan dan komunikasi kepada masyarakat.
Warga berharap, dengan adanya sorotan ini, pemerintah dapat segera turun tangan, mempercepat proses bantuan, serta memastikan bahwa setiap korban bencana mendapatkan haknya secara adil dan tepat waktu.
Kalau mau, saya bisa bantu buatkan versi lebih “nendang” lagi (gaya tekanan publik/viral) atau versi siap tayang media nasional dengan sudut investigasi + dugaan kelalaian pemerintah.
Reporter: Jeffri
