Diduga Abaikan Etika dan Tugas Pers, Tim Wartawan Tetap Dipungut Tiket Masuk di Pantai Pulau Putri
Cyebernews.com Kerawang – Gelombang kritik terhadap pengelolaan kawasan wisata Pantai Pulau Putri terus menguat. Masyarakat menyoroti kebijakan tiket masuk sebesar Rp50.000 yang terus dipungut kepada pengunjung, sementara kondisi akses jalan menuju lokasi disebut masih rusak parah, berlubang, licin saat hujan, dan minim perbaikan.
Warga menilai besarnya pungutan seharusnya sebanding dengan fasilitas yang diberikan kepada pengunjung. Namun fakta di lapangan justru berbanding terbalik. Jalan utama menuju objek wisata dikeluhkan membahayakan kendaraan, menurunkan kenyamanan wisatawan, bahkan berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan keras dari masyarakat: ke mana aliran dana tiket masuk selama ini dikelola? Jika setiap hari terdapat pemasukan dari kendaraan roda dua, roda empat, maupun rombongan wisatawan, maka publik menilai seharusnya ada hasil nyata berupa perbaikan infrastruktur, kebersihan kawasan, penerangan, keamanan, dan fasilitas umum lainnya.
Sejumlah warga meminta adanya keterbukaan laporan pengelolaan dana tiket agar tidak menimbulkan dugaan negatif di tengah masyarakat. Mereka menegaskan bahwa pungutan tanpa perbaikan nyata hanya akan menurunkan kepercayaan publik dan merusak citra destinasi wisata daerah.
Secara hukum, pengelolaan pungutan yang berkaitan dengan kepentingan umum wajib mengedepankan asas transparansi, akuntabilitas, dan manfaat bagi masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, yang menegaskan masyarakat berhak memperoleh pelayanan layak, serta Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang menjamin hak warga mengetahui kebijakan dan penggunaan dana yang menyangkut kepentingan umum.
Masyarakat mendesak pemerintah desa, aparat terkait, dan pengelola Pantai Pulau Putri segera melakukan evaluasi total. Jangan sampai tiket terus dipungut, tetapi jalan rusak dibiarkan menjadi pemandangan tahunan.
“Kalau uang masuk terus berjalan, pembangunan juga harus berjalan. Jangan hanya pungutannya yang lancar, perbaikannya nol besar,” ungkap salah satu warga dengan nada kecewa.
[ VALEN ]
.jpg)




Komentar
Posting Komentar