• Jelajahi

    Copyright © Cyebernews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Advertisement

    Petani Karet Terjepit Hujan dan Harga Anjlok

    Rabu, 13 Mei 2026, Mei 13, 2026 WIB Last Updated 2026-05-13T09:58:26Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Cyebernews.com Batu Marta, 13 Mei 2026 – Di tengah curah hujan yang terus mengguyur dan harga karet yang tak menentu, para petani karet di Desa Banjar Agung harus berjuang keras demi mempertahankan hidup dan memenuhi kebutuhan keluarga. Kondisi ini dirasakan langsung oleh Pak Andi (40), seorang petani karet yang telah lebih dari dua dekade menggantungkan hidup dari kebun karetnya seluas 1,5 hektare.

    Setiap dini hari, Pak Andi tetap berangkat menuju kebun dengan membawa perlengkapan sadap, menembus jalan berlumpur dan udara dingin. Namun kerja keras tersebut kini tak lagi sebanding dengan hasil yang diperoleh. Harga getah karet yang terus berfluktuasi membuat pendapatan petani semakin tidak pasti. Dalam beberapa pekan terakhir, harga karet di tingkat petani turun drastis hingga berada di bawah angka ideal untuk menutupi biaya produksi.

    “Kalau harga terus di bawah Rp11 ribu per kilogram, kami sudah sangat kesulitan. Hasil tak cukup untuk biaya kebun, kebutuhan rumah, dan sekolah anak,” ungkap Pak Andi.

    Tak hanya persoalan harga, cuaca buruk juga menjadi pukulan berat bagi para petani. Hujan yang turun hampir setiap hari menyebabkan proses penyadapan terganggu. Batang pohon yang basah membuat getah sulit keluar, sementara air hujan yang bercampur dengan getah menurunkan kualitas hasil panen. Produksi yang biasanya mencapai 80 hingga 100 kilogram per pekan kini merosot tajam menjadi sekitar 30 hingga 40 kilogram saja.

    Akibat kondisi tersebut, banyak petani mengalami kerugian berlipat. Hasil panen berkurang, kualitas getah menurun, dan harga jual semakin rendah. Meski demikian, sebagian besar petani tetap bertahan karena kebun karet merupakan satu-satunya sumber penghasilan yang mereka miliki.

    Para petani berharap adanya perhatian serius dari pemerintah, khususnya terkait kestabilan harga dan dukungan bagi petani kecil yang terdampak cuaca ekstrem. Mereka menilai kepastian harga dasar sangat dibutuhkan agar petani tidak terus-menerus menjadi korban fluktuasi pasar global.

    Hingga saat ini, para petani karet di Batu Marta masih terus berjuang di tengah keterbatasan. Dengan harapan sederhana, mereka tetap menyadap pohon-pohon karet setiap pagi, berharap cuaca segera membaik dan harga kembali stabil agar kehidupan keluarga mereka dapat bertahan dengan layak. 

    [ Red ]

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini