Cyebernews.com, Bogor – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa setiap pembangunan di Kabupaten Bogor harus mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan tetap menjaga estetika wilayah serta kelestarian lingkungan. Penegasan tersebut disampaikan seiring upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam melakukan penataan kawasan, termasuk penertiban reklame dan billboard di sejumlah titik strategis.
Hal itu disampaikan Bupati Rudy Susmanto saat memimpin Apel Gabungan Ketertiban dan Pengelolaan Lingkungan yang digelar di kawasan Babakan Madang, Rabu (4/2). Melalui komitmen tersebut, Pemkab Bogor berharap penataan wilayah dan pembangunan berkelanjutan dapat berjalan beriringan demi mewujudkan Kabupaten Bogor yang tertib, indah, dan lestari.
Bupati Rudy menjelaskan bahwa penataan wilayah telah dilakukan sejak Oktober hingga November 2025 lalu, dimulai dari kawasan Gadog hingga perbatasan Kabupaten Cianjur. Dalam proses tersebut, Pemkab Bogor menertibkan billboard dan reklame yang tidak memiliki izin, serta menata ulang reklame yang meskipun berizin namun dinilai mengganggu keindahan kota atau membahayakan pengguna jalan.
“Beberapa billboard yang tidak berizin kita bongkar. Ada juga yang berizin, namun mengganggu estetika kota atau berpotensi membahayakan pengguna jalan, sehingga perlu kita tata kembali,” jelas Rudy.
Terkait pemasangan atribut partai politik maupun atribut kegiatan lainnya, Rudy menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak melarang. Namun demikian, ia mengingatkan agar pemasangan atribut tersebut tetap memperhatikan aspek estetika serta kepentingan umum.
“Siapa pun boleh memasang atribut partai atau atribut kegiatan lainnya, tetapi aspek estetika dan kepentingan umum harus tetap menjadi prioritas. Jika dinilai kurang tepat atau mengganggu, tentu akan kita rapikan bersama-sama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rudy menyampaikan bahwa langkah penataan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia. Ia menilai arahan tersebut, termasuk terkait kebijakan gentengisasi, telah melalui pertimbangan yang matang sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas
( Red )
