Penarikan Pusaka di Jasinga, Ustadz Tubagus Muhamad Romli Sebut Proses Dilakukan Secara Nyata Tanpa Rekayasa



Cyebernews.com, Bogor – Kegiatan penarikan pusaka yang dipimpin oleh Ustadz Tubagus Muhamad Romli berlangsung di wilayah Jasinga, tepatnya di RT 01 RW 20, Kampung Ci Cere, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Prosesi yang dilaksanakan di lingkungan Pedepokan Wangsa Wijaya Kusuma tersebut disebut berjalan secara nyata dan tanpa rekayasa.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pusaka yang disebut memiliki nilai sejarah dan spiritual berhasil ditarik. Beberapa di antaranya adalah pusaka bernama Trisula, Batarakarang, Kujang, serta batu merah delima. 



Prosesi ini disaksikan oleh warga sekitar yang hadir untuk melihat secara langsung jalannya kegiatan.

Menurut Ustadz Tubagus Muhamad Romli, penarikan pusaka dilakukan melalui rangkaian doa dan ritual khusus yang bertujuan untuk mengamankan benda-benda tersebut agar tidak disalahgunakan. 

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukanlah pertunjukan, melainkan bagian dari ikhtiar spiritual yang diyakininya sebagai upaya menjaga warisan leluhur.

“Alhamdulillah, proses berjalan lancar dan disaksikan langsung oleh masyarakat. Semua dilakukan secara nyata tanpa rekayasa,” ujar Ustadz Tubagus Muhamad Romli di sela kegiatan.

Warga yang hadir mengaku penasaran sekaligus ingin menyaksikan langsung proses penarikan pusaka yang selama ini jarang terlihat secara terbuka. Beberapa di antaranya menyebut kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh doa.

Pedepokan Wangsa Wijaya Kusuma sendiri dikenal sebagai tempat yang kerap menjadi lokasi kegiatan spiritual dan pelestarian budaya.

 Keberadaan pusaka seperti kujang dan trisula dalam tradisi Nusantara kerap dikaitkan dengan simbol keberanian, perlindungan, dan kekuatan.

Meski demikian, Ustadz Tubagus Muhamad Romli mengimbau masyarakat untuk tidak memaknai pusaka secara berlebihan. Ia menegaskan bahwa segala kekuatan tetap berasal dari Tuhan Yang Maha Esa, sementara pusaka hanyalah benda yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

Kegiatan ini pun menjadi perbincangan warga sekitar Jasinga dan Cigudeg. Selain sebagai bagian dari tradisi, acara tersebut juga menjadi momen silaturahmi antarwarga yang hadir menyaksikan prosesi secara langsung.


Dengan berlangsungnya kegiatan penarikan pusaka ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya menjaga warisan budaya sekaligus tetap mengedepankan nilai-nilai keimanan dan kebersamaan. 


Penulis: Eka/One

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Penarikan Pusaka di Jasinga, Ustadz Tubagus Muhamad Romli Sebut Proses Dilakukan Secara Nyata Tanpa Rekayasa
  • Penarikan Pusaka di Jasinga, Ustadz Tubagus Muhamad Romli Sebut Proses Dilakukan Secara Nyata Tanpa Rekayasa
  • Penarikan Pusaka di Jasinga, Ustadz Tubagus Muhamad Romli Sebut Proses Dilakukan Secara Nyata Tanpa Rekayasa
  • Penarikan Pusaka di Jasinga, Ustadz Tubagus Muhamad Romli Sebut Proses Dilakukan Secara Nyata Tanpa Rekayasa
  • Penarikan Pusaka di Jasinga, Ustadz Tubagus Muhamad Romli Sebut Proses Dilakukan Secara Nyata Tanpa Rekayasa
  • Penarikan Pusaka di Jasinga, Ustadz Tubagus Muhamad Romli Sebut Proses Dilakukan Secara Nyata Tanpa Rekayasa
Posting Komentar