Transparansi Dipertanyakan, Pengelolaan BUMDes Mekarnangka Disorot Warga



Sukabumi, Cyebernews.com – Minimnya keterbukaan informasi publik dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mekarnangka, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan masyarakat. Warga menilai pihak pengelola BUMDes belum sepenuhnya transparan dalam menyampaikan laporan keuangan maupun penggunaan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Keterbukaan informasi publik merupakan prinsip penting dalam tata kelola BUMDes. Sebagai lembaga ekonomi desa, BUMDes memiliki tanggung jawab untuk mengelola keuangan secara terbuka, akuntabel, serta melibatkan partisipasi masyarakat dalam setiap prosesnya. Hal ini mencakup penyampaian laporan pertanggungjawaban secara tertulis kepada Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta masyarakat melalui forum Musyawarah Desa.

Namun, kondisi di BUMDes Mekarnangka diduga belum sepenuhnya memenuhi prinsip tersebut. Sejumlah warga mengaku tidak pernah mendapatkan informasi secara jelas terkait laporan keuangan maupun perkembangan usaha yang dijalankan oleh BUMDes. Kurangnya transparansi ini pun memicu berbagai pertanyaan dan kecurigaan di tengah masyarakat.

“Seharusnya laporan keuangan dibuka secara jelas kepada masyarakat. Ini menyangkut dana desa yang merupakan hak publik untuk diketahui,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Kurangnya keterbukaan ini berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa dan pengelola BUMDes. Bahkan, tidak sedikit warga yang mulai menduga adanya potensi penyalahgunaan anggaran, meskipun hingga saat ini belum ada bukti resmi yang mengarah pada hal tersebut.

Para tokoh masyarakat berharap pihak pengelola BUMDes Mekarnangka segera memberikan klarifikasi dan membuka laporan secara transparan kepada publik. Selain itu, Pemerintah Desa diharapkan dapat mengambil langkah tegas guna memastikan tata kelola BUMDes berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Transparansi dan akuntabilitas dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat serta keberlanjutan usaha desa. Dengan keterbukaan yang baik, BUMDes diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga.

Reporter: A. Sarli

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komunitas Asik Ga Asek Bersama Karang Taruna RW 05 Cimpaeun Gelar Halal Bihalal dan Santunan Anak Yatim dalam 1st Anniversary

Korban Dugaan Pelecehan di KRL Dilaporkan Balik, LBH Adhibrata Tegaskan Komitmen Kawal Proses Hukum

Remaja Berprestasi dari Cigombong: Nadia Naysia Adinda Bercita-cita Jadi Polwan, Tekuni Pencak Silat Cimande